PERUATI.OR.ID -WAINGAPU—Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Persekutuan¬† Perempuan Berpendidikan Teologi (Peruati) menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dan buka puasa bersama. Kegiatan dialog Kebangsaan itu dengan tema ‘Peran Agama-Agama Dalam Menenun Kerukunan Bangsa Pasca Pemilu’. Kegiatan itu berlangsung di Halaman Komplek Mesjid Raya Al Jihad Kota Waingapu, Rabu (29/5/2019) sore.

Pemateri dalam Dialog itu yakni Prof Syafiq A. Mughni,M.A.,Ph.D utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antar agama dan peradapan. Pdt. Alfred Djama Samani, S.Th.,M. Si selaku ketua FKUB Sumba Timur. Dan Umbu Remi, S.Kom selaku wakil ketua Marapu Sumba Timur dengan moderator Pdt. Aprissa Taranau, M.Si. Hadir dalam Dialog itu Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, pimpinan Forkompimda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainya.

Wakil bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali,ST.,MT dalam sambutanya mengatakan, kita patut bangga sebagai masyarakat Indonesia karena bangsa kita memiliki satu kekayaan besar jika dibandingkan dengan negara-negara lainya yakni keberagaaman suku, agama, ras, bahasa, maupun golongan.

Upaya pembauran kebangsaan diharapkan pula dapat memjadi proses pembudayaan bangsa melalui pola-pola yang positif dengan sikap mawas diri,  tenggang rasa, kerukunan serta memiliki tanggungjawab yang tinggi terhadap kebersamaan dan ketesiakawanan dalam upaya memajukan an mensejahterakan kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara.

Karena itu, kata Umbu Lili terselenggaranya dialog kebangsaan itu, hendaklah dipandang sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi lembaga agama baik itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Kong Hu Chu,  penghayat kepercayaan Marapu, bersama forum kerukunan umat beragama (FKUB) dalam mendukung upaya memajukan dan mensejahterakan peningkatan persatuan dan kesatuan.

Umbu Lili juga mengatakan, berkaitan dengan penyelenggaraan proses pesta demokrasi Pemilu 2019 yang telah selesai, maka kepada masyarakat Sumba Timur disampaikan terima kasih karena telah mengawal, dan menyukseskan proses Pemilu dengan baik.

“Jika ada terdapat rintangan, masalah, maupun gesekan-gesekan beraroma provokasi namun tidak sampai merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,”ungkap Umbu Lili.

Umbu Lili juga mengatakan Pemda Sumba Timur menghimbau melalui momentum itu pada sesama dan tokoh agama agar bisa mengajak umat dan orang-orang untuk kembali menjalin hubungan harmonis dengan baik usai pemilu ini.

Umbu Lili juga mengatakan, dari survei yang dilakukan oleh Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, patut berbagga sebab Skor tertinggi diperoleh Propinsi NTT sebesar 78.90%, disusul Propinsi Sulawesi Utara 76.3%, dan ketiga Papua Barat 76.2%.

“Berangkat dari hasil survei tersebut, saya mengajak kita sekalian untuk lebih giat lagi mendengungkan seruan untuk hidup saling menghormati, meningkatkan toleransi dan bekerja sama dalam kebersamaan agar tingkat kerukunan di daerah kita agar tetap terjaga dengan baik,”pinta Umbu Lili.

Prof Syafiq A. Mughni,M.A.,Ph.D ditemui wartawan usai dialog itu mengaku sangat bangga dan apresiasi atas kerukunan umat beragama di Sumba Timur.

Menurut Syafiq, dengan adanya turnamen sepak bola, dan bola volli antar umat beragama yang diselenggarakan di Sumba Timur itu merupakan suatu inisiatif yang sangat menarik, karena melalui sepak bola merupakan wahana untuk memperat kerukunan umat beragama.

“Ini saya belum saksi di tempat lain, dan ternyata dampaknya sangat bagus untuk kerukunan umat beragama. Bukan hanya rukun dalam arti pasif tetapi juga rukun aktif misalnya kerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, event-event, dan ikut meramaikan hari-hari besar beragama, saya kira ini hal yang positif di Sumba Timur dan bisa menjadi model bagi tempat-tempat lain,”Kata Syafiq.

Syafiq juga mengatakan hal yang baik, unik dan memiliki dampak yang luar biasa yang dilakukan di Sumba Timur demi menjaga kerukunan umat beragama itu, tentu bisa dipromisikan di daerah lain.

Pdt. Alfred Djama Samani, S.Th.,M. Si juga dalam sesi dialog itu menyampaikan bahwa di Sumba Timur demi menjaga kerukunan umat beragama diselenggarakan turnamen sepak bola dan bola voli antar umat beragama.

Selain itu juga, kata Pdt. Alfred dalam menjaga kerukunan antar umat beragam juga bagi semua agama baik dalam event, maupun pada hari-hari besar keagamaan selalu bersama-sama dan memiliki toleransi yang tinggi demi mempererat tali silahturami antar sesama umat beragana.

Umbu Remi, S. Kom juga ditemui usai dialog itu mengaku dengan adanya kegiatan dialog kebangsaan itu sangat bagus. Dialog itu merupakan suatu hal yang fenomenal.

“Karena sebelum-sebelumnya kepercayaan marapu tidak pernah dilibatkan dalam dialog seperti ini. Padahal kita tahu bersama marapu itu agama lokalnya orang Sumba, tetapi selalu menjadi tamu di rumah sendiri,”ungkap Umbu Remi.

“melalui kegiatan dialog yang juga dilibatkan dengan aliran kepercayaan marapu, melalui kegiatan begini kita bisa sampaikan. Selama ini marapu diindentikan dengan kafir padahal itu merupakan kesalahan tersendiri bagi mereka,”tambah Umbu Remi.

Umbu Remi juga mengharapkan agar dialog kebangsaan antar umat beragama ini dilaksanakan secara rutin pada setiap tahun, sehingga kerukunan umat beragama khususnya di Sumba Timur semakin mempererat.

Ketua Badan Pengurus Daerah BPD Peruati sekaligus Dosen di STT GKS Lewa Pdt. Aprissa Taranau kepada POS-KUPANG. COM menjelaskan pihaknya menyelenggarakan dialog Kebangsaan itu karena pertama ada keprihatian.

“Pertama keprihatian, karena kadang kita merasa sekat terpisah satu sama lainya. Sehingga melalui keprihatian ini BPD Peruati bersama FKUB menyelenggarakan Kegiatan itu agar sekat itu dihilangkan dan kita menjadi satu Bangsa Indonesia,”tutup Pdt.Aprissa.

Sumber: Kupangpos.com

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *