Sudah lama Alkitab dan penafsirannya sangat bersifat androsentris dan mengedepankan kepentingan kaum laki-laki yang menafsirnya karena memang hanya laki-laki yang diperbolehkan membaca dan menafsirkannya. Karena itu tidak heran apabila hal berteologi juga menjadi hak kaum laki-laki, yang tidak jarang menghasilkan teologi yang bersifat opresif terhadap kaum perempuan dan mereka yang lemah.

Suara-suara korban, kaum perempuan yang tertindas dan tersingkirkan tidak terdengar. Sehubungan dengan hal itu kaum perempuan bangkit dan berteologi untuk memberi tempat bagi suara-suara dan pengalaman mereka dalam berefleksi teologis, sekaligus mengangkat posisi dan peran perempuan yang selama ini terlupakan.

Buku ini berisi tulisan-tulisan dari kaum perempuan yang berteologi dari perspektif feminis, dengan mengangkat kisah-kisah dalam teks Alkitab, relasi lintas agama, mitologi, dan masalah-masalah ketidakadilan gender yang lain. Cara berteologi yang tidak seksis ini akan menghasilkan pembebasan dan kesederajatan antara laki-laki dan perempuan.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *