Pernyataan bersama gerakan perempuan Kristen Indonesia Timur yang mendesak pemerintah dan DPR-RI utk segera sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, menjadi pesan dari pertemuan Seminar dan Lokakarya PERUATI, yang berlangsung di Makassar (21-23 Agustus). Seminar ini bertujuan memetakan permasalahan HAM Perempuan yang dilakukan pada sejumlah lambaga kristen.

Pada Kegiatan Seminar dan Lokakarya yang bertemakan, Pemetaan Implementasi HAM Perempuan, ini dikirimkan pesan sebagai berikut:

“Kami Gerakan Perempuan Kristen Indonesia Timur, dari Makassar, dari Toraja, dari Mamasa, dari Kendari, dari Luwuk, dari Poso, dari Bolaang Mongondo, dari Minahasa, dari Sangihe Talaut, dari Ambon, dari Sumba, dari Toli-toli, mendukung Pemerintah Republik Indonesia dan DPR RI, untuk melahirkan kebijakan melalui Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang mendukung pemenuhan hak-hak korban. Sahkan segera Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual.”