PERUATI.OR.ID -Tolitoli. Sebagai    bentuk   dukungan kampanye  Internasional  16 Hari  anti   kekerasan  terhadap   perempuan, Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di  Indonesia ( Peruati )   tolitoli mengelar   seminar  sehari    dengan tema   gerak  bersama  hapus  kekerasan seksual.

Pimpinan   Daerah  Peruati  Tolitoli  Pendeta, Serly  Tamin  Tumatar. Sth    mengatakan,Kekerasan seksual  terhadap  perempuan  saat ini   masih  kerap   terjadi   di   tengah-tengah   masyarakat,yang  membuat  miris  serta  geram      pelaku  kekerasan seksual ternyata   juga  di  lakukan  orang-orang  paling dekat   dengan  korban sehingga  hal ini  menimbulkan  trauma mendalam  para  korban  ,Sehingga  butuh  dukungan   dan komitmen  semua  pihak     mencegah  dan melindungi  para  korban  baik dari  segi  trauma,pemulihan  hingga  pendampingan  hukum . kekerasan seksual tidak hanya perkosaan, tetapi juga  intimidasi seksual, pelecehan seksual, perbudakan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan kehamilan, pemaksaan perkawinan,hingga penyiksaan seksual.

“Di mata Peruati Semua bentuk kekerasan seksual tidak hanya dilihat sebagai tindak kriminal saja, sebagaimana pandangan umum selama ini, melainkan sebagai kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM, serta  dosa karena telah menghancurkan citra Allah itu sendiri  ,   Peruati sebagai organisasi perempuan berpendidikan teologi di Indonesia  turut prihatin  dan terpangil   ambil bagian dalam  mencegah kekerasan  seksual antaranya   melalui  seminar  ini  untuk mengedukasi  cara  men stop kekerasan  seksual terhadap perempuan,” Ungkap  Serly Tamin Tumatar,Rabu(12/12/2018).

Seminar sehari Menghadirkan Narasumber kasat Binmas  Polres Tolitoli  Iptu. Ansari Tola ,serta  kepala Dinas  Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tolitoli  Hajah Nurleli  Bantilan ,di hadiri  ibu-ibu  gereja  serta  perwakilan   organisasi  perempuan se Kota Ttolitoli.

Usia  melaksanakan  seminar  para  peserta  serta  pengurus  dan anggoa  Peruati   melanjutkan  kampanye  damai  Turun ke  jalan   membagikan stiker, ,Mendatangi  Polres,Kejaksaan,Pengadilan  dengan  membawa   kain yang  di bubuhi puluhan  tanda   tangan   mendorong  DPR-RI mempercepat  pengesahan  Rancangan undang-undang  penghapusan  kekerasan  seksual.

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *